Minggu, 23 September 2012

Annelida


  • Pengertian Annelida
Annelida berasal dari kata annulus yang berarti cincin dan oidos yang berarti bentuk. Dari namanya, Annelida dapat disebut sebagai cacing yang bentuk tubuhnya bergelang-gelang atau disebut juga cacing gelang dengan tubuh yang terdiri atas segmen-segmen dengan berbagai sistem organ tubuh yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Annelida sebagian besar memiliki dua kelamin sekaligus dalam satu tubuh atau hermafrodit. Contohnya yakni cacing tanah, cacing pasir, cacing kipas, lintah / leeches. Berbeda dengan Platyhelminthes dan Nemathelminthes, Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata), namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana.

Filum Annelida merupakan cacing selomata berbentuk gelang yang memiliki tubuh memanjang, simetri bilateral, bersegmen, dan permukaannya dilapisi kutikula, dinding tubuh dilengkapi otot, memiliki prostomium dan sistem sirkulasi, saluran pencernaan lengkap, sistem ekskresi sepasang nefridia di setiap segmen, sistem syaraf tangga tali, sistern respirasi terdapat puda epidermis, reproduksi monoesis atau diesis dan larvanya trokofor atau veliger. Kebanyakan cacing Annelida hidup akuatik di laut dan terestrial di air tawar atau darat.


  •  Ciri – Ciri Filum Annelida
o   Merupakan hewan triploblastik
o   Tubuh bilateral simetris, bersegmen, berbentuk tubular, memanjang sumbu tubuh
o   Tiap segmen dipisahkan oleh seta ( bulu-bulu kaku yang berfungsi sebagai alt gerak, alat ekskresi, dan alat reproduksi )
o   Tubuh ditutupi oleh kutikula fleksibel
o   Punya seta, keras, seperti kitin (kec: Hirudinea)
o   Punya parapodia
o   Respirasi: epidermis permukaan kulit (difusi) dan insang ( polychaeta )
o   Saluran pencernaan lengkap (mulut-usus-anus)
o   Sistem ekskresi terdiri atas nefridium
o   Reproduksi sekseual dgn pembuahan silang secara internal oleh annelida herma frodit. Aseksual oleh annelida gonokoris dilakukan melalui pembelahan tubuh
o   Habitat : di tanah yng lembap atau berpasir, pohon, perairan tawar, dan perairan asin, dan di daerah tanah gembur dan tumpukan sampah tumbuh-tumbuhan.
o   Sistem peredaran darah tertutup dan darah berwarna merah
o   Sistem syaraf tangga tali ( sepasang ganglionotak dihubungkan oleh syaraf longitudinal ).
o   Anggota cacing ini ada yang bersifat hemafrodit dan ada juga yang bersifat gonokoris (alat kelamin jantan dan betina teripsahatau terdapat pada individu yang berbeda).
o   Panjang tubuh sekitar 1 mm - 3 m. Contoh annelida yang panjangnya 3 m adalah cacing tanah Australia.
  • Perkembangbiakan
Pada cacing yang sudah dewasa akan terjadi penebalan epidermis yang disebut klitelum. Alat ini dapat digunakan untuk kopulasi dan akan menghasilkan kelenjar-kelenjar yang membentuk lapisan lendir sangat kuat untuk membentuk kokon, yaitu tempat/wadah telur yang telah dibuahi. Meskipun Annelida ini bersifat hemaprodit, tetapi pada saat terjadinya pembuahan harus dilakukan pada dua individu dengan saling memberikan sperma yang disimpan dalam reseptakulum seminis. Setelah selesai terjadinya perkawinan, maka kokon akan lepas dan berisi butir-butir telur yang telah dibuahi.

 
KLASIFIKASI

  • Kelas Polychaeta
Polychaeta, dalam bahasa Yunani ( poly = banyak dan chaetae = rambut kaku ) merupakan Annelida berambut banyak. Anggota kelas polychaeta dikenal dengan sebutan umum cacing laut, cacing sikat, cacing ruas. Umumnya hidup di air. Seluruh permukaan tubuh polychaeta mengandung rambut-rambut kaku atau setae yang dilapisi kutikula sehingga licin dan kaku. Tubuhnya berwarna menarik, seperti ungu kemerah-merahan. 

Setiap segmen tubuh polychaeta dilengkapi dengan sepasang alat gerak atau alat berenang yang disebut parapodia. Alat ini pun berperan sebagai alat pernafasan. Polychaeta memiliki kelamin terpisah. polychaeta melekat pada substrat dan juga membantu mereka bergerak. Cacing kerang, seperti Nereis adalah pemangsa yang aktif. Banyak yang memiliki kepala yang berkembang baik, dengan rahang bagus, mata dan organ peraba lainnya.
 
  • Ciri-ciri Polychaeta                                                                                                                          
    1. Tubuh memanjang dan bersegmen
    2. Tiap segmen mempunyai parapodia kaki yang bentuknya seperti dayung ( alat gerak )
    3. Tiap parapodia mempunyai seta, kec.segmen terakhir
    4. Warna tubuh menarik
    5. Respirasi dengan insang
    6. Habitat: di lautan, hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang surut air laut
    7. Contohnya : cacing palolo ( Eunice viridis ) dan cacing wawo (Lysidiace oele) 
  •   Struktur Tubuh                                                                                                                             

                            

  •  Peranan Polychaeta

  1. Sumber protein
  2. Bahan baku obat & industri farmasi
  3. Parasit (cangkang kerang & tiram mutiara, usus ikan)
  4. Budidaya (pakan ikan & komoditi ekspor)
  5. Hiasan akuarium laut
  • Kelas Oligochaeta 

    Oligochaeta (dalam bahasa yunani, oligo = sedikit, chaetae = rambut kaku) yang merupakan annelida berambut sedikit. Oligochaeta tidak memiliki parapodia, namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen.Contoh Oligochaeta yang paling terkenal adalah cacing tanah.Jenis cacing tanah antara lain adalah cacing tanah Amerika (Lumbricus terrestris), cacing tanah Asia (Pheretima), cacing merah (Tubifex), dan cacing tanah raksasa Australia (Digaster longmani).Cacing ini memakan oarganisme hidup yang ada di dalam tanah dengan cara menggali tanah.Kemampuannya yang dapat menggali bermanfaat dalam menggemburkan tanah.Manfaat lain dari cacing ini adalah digunakan untuk bahan kosmetik, obat, dan campuran makan berprotein tinggi bagi hewan ternak.

    Oligochaeta contohnya adalah cacing tanah, yang cenderung memiliki sedikit setae yang bergerombol secara langsung dari tubuhnya. Cacing tanah memiliki kepala atau parapodia yang kurang berkembang. Pergerakannya dengan gerak terkoordinasi dari otot-otot tubuh dibantu dengan setae.
     
    • Ciri-ciri Oligochaeta

      • Memiliki sedikit setae pada tubuhnya.
      • Panjang tubuh mulai 1cm-3m.
      • Kulit dilapisi kultikula
      • Tubuh mengandung hemoglobin
      • Habitat di tempat lembab dan perairan
      • Hermaprodit (memilliki testis dengan saluran semen, dan ovarium dengan penerima semen ) 
      • Contohnya : cacing tanah amerika( Lumbricus terrestris ), Phretima, cacing merah   (tubifex) dan cacing tanah raksasa australia ( Digaster longmani ).          
     
    o   Cara Reproduksi

    Cacing tanah bersifat hermaphrodit, memilliki testis dengan saluran semen, dan ovarium dengan penerima semen. Perkawinan dilakukan dengan melibatkan dua cacing yang saling parallel dalam posisi berlawanan dan saling bertukar sperma. Setiap cacing memiliki mitellum yang mengeluarkan lendir, untuk melindungi sperma dan telur dari kekeringan. Cacing tanah bersifat hermafrodit, tetapi tidak melakukan pembuahan sendiri. Hal itu karena, matangnya sel kelamin betina tidak sama waktunya dengan matangnya sel kelamin jantan. 
     Organ reproduksi betina terdapat di segmen ke-9 sampai ke-14 dan organ reproduksi jantan terdapat di segmen ke-10 sampai ke-15. Di segmen ke-32 sampai ke-37 terdapat klitelum, yaitu penebalan epidermis sebagai penghasil lendir. Sewaktu sepasang cacing berkopulasi maka akan keluar lendir yang akan membungkus kedua cacing dan menjaga sperma dari kekeringan. Selubung (coccon) lendir tadi akan maju mundur di sepanjang kedua tubuh cacing. Setelah itu, sel telur dari masing-masing cacing keluar dan memasuki coccon. Jika melewati lubang kelamin jantan, telur-telur yang ada di dalam coccon akan dibuahi oleh sperma dari cacing yang berlainan. Setelah selesai pembuahan, coccon akan lepas ke arah depan. Sekarang di dalam coccon terdapat telur-telur yang akan dibuahi dan kemudian tekur-telur tersebut akan menetas menjadi cacing.
     
    o   Peranan Oligochaeta
    1. Sumber pakan ikan (Tubifex)
    2. Perombak bahan organik & menyuburkan tanah (Lumbricus)
    3. Bioindikator (Tubifex, Limnodrillus)
    4. Inang perantara parasit pada ikan (Aulophorus furcatus & Dero limosa)
    5. Inang perantara cacing pita unggas (Amoebotaenia spenoides)
    6. Parasit pada anak ikan lele (Lytocestus parvulus)
    7. Pembawa virus+bakteri minyak flu pada ababi (Metastrongylus)
     
    o   Struktur Tubuh

    • Kelas Hirudinea

    Kelas Hirudinea contohnya lintah. Kebanyakan tinggal di air tawar, tetapai ada yang di laut atau daratan. Setiap gelang tubuh memiliki beberapa alur mendatar. Lintah memunculkan pengisap anterior kecil sekitar mulutnya dan pengisap posterior yang besar. Meskipun beberapa diantaranya adalah predator yang hidup bebas, kebanyakan adalah pemakan cairan. Pengisap darah dapat mencegah penggumpalan darah dengan zat hirudin yang dikeluarkan dari ludah.

    Hirudinea merupakan kelas annelida yang jenisnya sedikit. Anggota kelas hirudinea hidup di lingkungan akuatik dan terrestrial. Saat merobek atau membuat lubang, lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit), sehingga korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan. Setelah ada lubang, lintah akan mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu hirudin. Dengan zat tersebut lintah dapat mengisap darah sebanyak mungkin.

     
    o   Ciri-ciri Hirudinea
    1. Panjang tubuh mencapai 1-30 cm
    2. Tubuh dilindungi oleh lapisan kutikula
    3. Tubuh relatif pipih
    4. Tubuh terdiri dari 34 segmen
    5. Tidak mempunyai parapodia dan setae
    6. Mempunyai alat penghisap (sucker) di bagian anterior maupun posterior
    7. Bersifat hermafrodit
    8. Habitat :air tawar dan darat
    9. Sebagian besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya
    10. Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan Hirudo (lintah).
     
    Lintah merupakan hewan pengisap darah, pada tubuhnya terdapat alat pengisap di kedua ujungnya yang digunakan untuk menempel pada tubuh inangnya. Pada saat mengisap, lintah ini mengeluarkan zat penghilang rasa sakit dan mengeluarkan zat anti pembekuan darah sehingga darah korban tidak akan membeku. Setelah kenyang mengisap darah, lintah itu akan menjatuhkan dirinya ke dalam air.
    Bentuk tubuh lintah ini pipih, bersegmen, mempunyai warna kecokelatan, dan bersifat hemaprodit. Pada musim kawin, klitelum akan keluar. Setelah terjadi perkawinan, alat tersebut mensekresikan kokon untuk menyimpan telur dan sperma.
     
    o   Peranan Hirudinea
    • Terapi medis (Hirudo medicinalis)
    • Mengisap darah kerbau (Hirudo, Macrobdella, Philobdella)
    • Parasit pada ikan (Piscicolidae)
    •  Peranan Filum Annelida
    a. Cacing tanah dapat menyuburkan tanah, karena membantu menghancurkan tanah dan membantu aerasi tanah.
    b. Cacing palolo dan cacing wawo dimanfaatkan msayarakat di daerah tertentu dijadikan Sebagai makanan karena mengandung protein tinggi.
    c. Lintah menghasilkan zat hirudin atau zat antikoagulan atau zat anti pembekuan darah untuk membantu proses operasi.
    d. Cacing Tubifex merupakaan salah satu pakan alami ikan yang hidup didasar perairan tawar. Selain itu juga sebagai indikator pecemaran lingkungan karena tubifex dapat hidup pada daerah dengan kadar oksigen yang rendah.

1 komentar:

  1. thank you.

    ini dapat mempermudah pelajaran di sekolah
    isi nya lengkap.

    sip deh...

    BalasHapus